DELAPANTOTO – Pelek motor yang peyang atau bengkok memang jadi masalah umum bagi pengendara, terutama setelah menghantam lubang jalan atau polisi tidur dalam kecepatan tinggi. Selain bikin motor goyang dan tidak stabil, pelek peyang juga bisa memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara. Tapi kabar baiknya, kamu tidak perlu langsung ganti pelek baru yang harganya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Dengan biaya sekitar Rp 75 ribu saja, pelek peyang bisa kembali normal dan seimbang seperti semula—asalkan tingkat kerusakannya belum terlalu parah.


Proses Perbaikan Pelek Peyang

Menurut para teknisi bengkel spesialis pelek, perbaikan dilakukan dengan teknik pressing dan pemanasan ringan menggunakan alat khusus yang mampu meluruskan pelek tanpa merusak strukturnya.

Langkah pengerjaannya biasanya meliputi:

  1. Pelepasan ban dari pelek agar area yang bengkok terlihat jelas.
  2. Pemeriksaan bentuk pelek menggunakan alat ukur untuk menentukan titik peyang.
  3. Proses pemanasan ringan agar material pelek (biasanya aluminium alloy atau besi) lebih lentur.
  4. Penekanan atau pressing perlahan menggunakan mesin hidrolik hingga bentuknya kembali sempurna.
  5. Balancing ulang, agar rotasi pelek kembali stabil saat berputar.

Total waktu pengerjaan umumnya hanya 30–60 menit, tergantung tingkat kerusakan dan jenis pelek.


Biaya dan Jenis Pelek yang Bisa Diperbaiki

Untuk pelek motor matic atau bebek, biaya perbaikan peyang ringan rata-rata Rp 75.000 – Rp 100.000 per unit.
Sedangkan untuk motor sport dengan pelek lebar, biayanya bisa sedikit lebih tinggi, sekitar Rp 120.000 – Rp 150.000.

Jenis pelek yang bisa diperbaiki antara lain:

  • Pelek cast wheel (CW) atau pelek racing aluminium.
  • Pelek jari-jari (spoke wheel), meski prosesnya berbeda karena memerlukan penyetelan ulang jari-jari.

Namun, pelek yang retak parah atau bengkok di bagian bibir hingga patah sebaiknya tidak diperbaiki karena berisiko pecah saat digunakan di jalan. Dalam kasus seperti itu, mengganti dengan pelek baru tetap menjadi pilihan paling aman.


Gejala Pelek Mulai Peyang

Kamu bisa mengenali tanda-tanda pelek mulai bengkok dari beberapa hal berikut:

  • Motor terasa bergetar atau oleng di kecepatan tinggi.
  • Ban tampak goyang saat berputar.
  • Tekanan angin ban cepat berkurang meski tanpa kebocoran.
  • Ada bunyi aneh atau getaran di setang.

Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera bawa motor ke bengkel spesialis pelek untuk diperiksa, karena dibiarkan lama-lama bisa membuat bearing dan suspensi cepat rusak.


Tips Agar Pelek Tidak Mudah Peyang

  1. Hindari menghantam lubang jalan atau trotoar dengan kecepatan tinggi.
  2. Jaga tekanan angin ban sesuai standar (tidak terlalu keras maupun terlalu kempis).
  3. Gunakan ban tubeless berkualitas agar daya serap benturan lebih baik.
  4. Rutin cek keseimbangan pelek dan ban setiap servis berkala.

Kesimpulan

Kerusakan pelek motor yang peyang tidak selalu berarti harus langsung diganti. Dengan biaya sekitar Rp 75 ribu, kamu sudah bisa memperbaikinya di bengkel spesialis dan mengembalikan fungsi serta kestabilan motor seperti semula.

Namun, tetap perhatikan kondisi struktural pelek—jika sudah retak atau deformasinya berat, keselamatan harus jadi prioritas. Lebih baik ganti baru daripada berisiko pecah di jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *