Trans7 Minta Maaf Setelah Tayangan Xpose Uncensored Picu Aksi Boikot oleh Wabup Malang
Trans7 Minta Maaf Setelah Tayangan Xpose Uncensored Picu Aksi Boikot oleh Wabup Malang

LIGA335 – Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menyerukan aksi boikot terhadap stasiun televisi Trans7. Seruan ini menyusul tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai menampilkan narasi merendahkan kiai dan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

“Saya sebagai santri sekaligus pimpinan daerah menyerukan aksi boikot media yang tidak memberikan pencerahan dan cenderung provokatif,” tegas Hj Lathifah Shohib, yang juga merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, tayangan tersebut menampilkan potongan video yang diambil di luar konteks, sehingga menimbulkan framing negatif terhadap sosok kiai dan lembaga pesantren. “KH Anwar Manshur Lirboyo adalah figur yang tak kenal lelah mendidik santri dan membina umat. Beliau bukan hanya tokoh agama, tetapi juga simbol panutan dan rujukan masyarakat luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lathifah Shohib menekankan bahwa puluhan hingga ratusan ribu santri yang lahir dari didikan KH Anwar Manshur kini berkhidmat di berbagai pelosok negeri, menebarkan ilmu dan akhlak. Namun, potongan tayangan Trans7 justru mengandung narasi fitnah yang dapat mencederai kebenaran dan melukai perasaan umat.

“Ini bukan lagi kritik, tetapi penghinaan dan fitnah yang menyakiti hati para santri yang telah dididik dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan pengorbanan,” ujarnya. Ia menambahkan, pemberitaan sepihak tanpa konteks utuh tidak mencerminkan jurnalisme objektif, melainkan penyebaran persepsi menyesatkan publik.

Dalam tayangan Xpose Uncensored yang menjadi sorotan, terlihat potongan video para santri dan jamaah menyalami kiai yang sedang duduk, serta seorang kiai yang turun dari mobil. Narasi dalam video menyebutkan santri rela “ngesot” untuk menyalami dan memberikan amplop kepada kiai, sementara narator mengkritik kiai yang sudah kaya seharusnya memberi amplop kepada santri.

Tayangan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk warganet yang menyerukan boikot Trans7. Menanggapi kontroversi ini, pihak Trans7 telah meminta maaf secara resmi melalui akun Instagram mereka.

“TRANS7 dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap kiai dan keluarga, para pengasuh, santri, serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP Putri Hidayatul Mubtadiaat. Kami juga meminta maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis pihak Trans7.

Sumber: sukamaen.my.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *